Tata Tertib di MTs Manba’ul Huda

BAB I
KETENTUAN UMUM

1.Santri MTs Manba’ul Huda adalah santri yang tercatat dalam Buku Induk Pesantren
2.Santri MTs Manba’ul Huda terikat oleh aturan dan ketentuan yang berlaku di Pondok Pesantren Persatuan Islam 110 Manba’ul Huda (PPI 110 MH)
3.Seluruh Santri harus melaksanakan isi BAI’AT SANTRI
4.Seluruh Santri harus bersungguh-sungguh dalam belajar
5.Syarat bisa naik kelas adalah dengan mendapatkan nilai rata-rata raport minimal 60 (enam puluh) pada semester II, nilai rata-rata dibawah itu, tidak bisa naik kelas.
6.Syarat mendapatkan Ijazah, adalah :
– Lulus UN & US
– Lulus UAP
– Tidak melakukan pelanggaran berat

BAB II
HAK SANTRI

1.Santri berhak mendapatkan pelayanan pendidikan dan pengajaran.
2.Santri berhak menggunakan fasilitas/sarana milik PPI 110 MH sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3.Santri berhak untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh PPI 110 MH sesuai dengan tingkatan & ketentuannya
4.Santri berhak melaporkan kepada asatidz yang berwenang (Wali Kelas & PKM Kesantrian) apabila ia merasa tidak aman, terjadi kehilangan atau kecurian barang.

BAB III
KEWAJIBAN SANTRI

Selama Proses Belajar Mengajar
1.Membayar biaya pendidikan sesuai ketentuan
2.Memakai pakaian seragam sesuai dengan ketentuan yang dilengkapi dengan atribut (badge) sesuai ketentuan
3.Memakai pakaian seragam sesuai peruntukannya (tidak dilinting atau dimodifikasi)
4.Menjaga kebersihan Kelas, Halaman, dan Lingkungan Pesantren serta Masjid Manba’ul Huda
5.Santri harus tiba di pesantren paling lambat 15 menit sebelum Proses Belajar Mengajar (PBM) dimulai.
6.PBM dimulai pada pukul 06.45 WIB.
7.Sebelum masuk ke kelas seluruh santri diharuskan berbaris terlebih dahulu untuk mengikuti kegiatan Khutbah Santri. Dan Khusus pada hari Sabtu mengikuti Bai’at Santri dan mendengarkan Tausiyah dari Asatidz.
8.Pukul 07.00 WIB seluruh santri harus sudah berada di dalam kelas.
9.Sebelum PBM dimulai para santri diwajibkan membaca do’a terlebih dahulu dan membaca al-Qur’an bersama-sama.
10.Istirahat berlangsung 2 kali.
11.Selama istirahat pertama para santri hanya diperbolahkan berada di halaman, perpustakaan, aula dan daerah sekitar lingkungan pesantren.
12.Pada saat istirahat kedua, apabila tidak sedang melaksanakan shaum, seluruh santri dianjurkan makan siang sebelum/sesudah Sholat Dluhur.
13.Pada jam isirahat kedua ketika akan menuju ke mesjid untuk melaksanakan shalat Dluhur berjama’ah para santri diharuskan untuk :
– Membawa Al Qur’an
– Langsung mengambil air wudlu
– Shalat Tahiyatul Mesjid (jika sempat).
– Shalat Qobla Dluhur (jika sempat).
– Shalat Ba’da Dluhur (jika sempat).
– Dan apabila masih ada waktu, para santri dianjurkan untuk membaca Al Qur’an dengan tidak nyaring bacaannya (di dalam hati).
14.Para santri diharuskan sudah berada di kelasnya masing-masing ketika bel tanda istirahat kedua berakhir, yaitu pada pukul 12.30 WIB.
15.Tidak diperkenankan pulang sebelum waktunya kecuali ada izin dari Pimpinan Pesantren / Kepala Madrasah
16.Setelah bel terakhir berbunyi para santri diharuskan berdo’a bersama dan membersihkan kelas terlebih dahulu, setelah itu seluruh santri diperbolehkan meninggalkan kelas dengan tertib.

Di Luar Proses Belajar Mengajar
1.Seluruh santri diwajibkan mentati peraturan PPI 110 MH baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis.
2.Seluruh santri wajib berbusana muslim/muslimah yang sesuai dengan tuntunan Al Quran dan As Sunnah.
3.Semua santri diwajibkan menjaga nama baik diri, keluarga, & almamater Pondok Pesantren Persatuan Islam 110 Manba’ul Huda.
4.Semua santri wajib taat kepada Asatidz dan Pengelola PPI 110 MH
5.Semua santri wajib bersikap, bertingkah laku, bertutur kata dan berpakaian sopan (sesuai dengan ketentuan).
6.Semua santri diwajibkan menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban PPI 110 MH.
7.Semua santri diwajibkan melapor kapada Asatidz yang berwenang apabila menyaksikan terjadinya pelanggaran tata tertib.

BAB IV
LARANGAN

Yang Terkait dengan Keamanan
1.Santri dilarang melakukan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
2.Santri dilarang melakukan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban Pesantren.
3.Santri dilarang berkelahi, minum-minuman keras, menkonsumsi narkoba, dan mengganggu hak milik orang lain tanpa seizing pemiliknya.
4.Santri dilarang melakukan ancaman-ancaman (intimidasi) dan berbuat kejelekan.
5.Semua santri dilarang merokok.
6.Santri dilarang menyimpan dan menggunakan senjata tajam.
7.Santri putri dilarang mengenakan perhiasan secara berlebihan.

Yang Terkait dengan Ketertiban
1.Seluruh santri dilarang mambawa HP (Hand Phone) ke lingkungan pesantren
2.Seluruh Santri dilarang membawa barang-barang multi media berupa mp3, mp4, walkman dsb. ke lingkungan pesantren selama PBM berlangsung.
3.Seluruh Santri dilarang membawa majalah, buku komik, kaset vcd dsb, yang secarang langsung maupun tidak langsung tidak mempunyai hubungan dengan proses belajar mengajar ke lingkungan pesantren selama PBM berlangsung.
4.Seluruh Santri dilarang membawa Gitar, tamtam, dan berbagai jenis alat musik lainnya, baik saat PBM maupun di luar PBM ke lingkungan Pesantren
5.Apabila dikarenakan suatu tugas dari Asatidz diharuskan membawa barang-barang diatas, maka sebelumnya harus meminta izin tertulis dari PKM Bidang Kesantrian.
6.Selama PBM berlangsung seluruh santri dilarang keluar kelas untuk suatu alasan apapun, baik untuk ke kamar mandi, foto copy dsb.
7.Pada saat di mesjid ketika menunggu shalat dzuhur berjama’ah seluruh santri dilarang untuk mengobrol dan membuat kagaduhan dan keributan di dalam mesjid.
8.Santri dilarang mengganggu ketenangan orang lain, baik di dalam maupun di luar lingkungan Pesantren.
9.Santri Putri dilarang memakai dan/atau membawa :
– Jaket, Sweater, Rompi, dan sejenisnya
– Bros yang bukan atribut Pesantren
– Atribut-atribut yang bernuansa musuh Islam & atribut-atribut politik
– Gelang, cincin, kalung & pernak-pernik lainnya secara berlebihan
10.Santri Putra dilarang memakai dan/atau membawa :
– Topi
– Jaket, Sweater, Rompi, dan sejenisnya
– Bros yang bukan atribut Pesantren
– Atribut-atribut yang bernuansa musuh Islam & atribut-atribut politik
– Sabuk tengkorak atau sejenisnya
– Gelang, cincin, kalung & pernak-pernik lainnya

BAB V
SANKSI

Sanksi Berat
1.Diserahkan kepada pihak berwajib apabila melakukan :
Tindak pidana yang berurusan dengan kepolisian
Terlibat organisasi terlarang
2.Dikeluarkan dari pondok pesantren apabila melakukan :
– Mencuri hak milik orang lain
– Minum minuman keras dan berjudi.
– Tidak taat kepada para Asatidz
– Merokok untuk keduakalinya
– Melakukan hal-hal kontraproduktif terhadap kebijakan-kebijakan yang telah diambil oleh pesantren.

Sanksi Sedang
1.Digunduli apabila :
– Merokok
– Berduaan dengan seseorang yang bukan muhrim
2.Dipanggil Orang Tua walinya dan membuat surat pernyataan apabila :
– Tidak mempunyai motivasi belajar lagi
– Melakukan pelanggaran berulang-ulang setelah diperingatkan.
– Menghina atau melawan asatidz.
– Sering tidak masuk sekolah (alpa)
3.Diskors apabila :
– Tetap melakukan pelanggaran
– Sebagai peringatan sekaligus perhatian karena satu tahap lagi menjelang dikeluarkan

Sanksi Ringan
1.Dihukum di tempat berupa lari / push up, apabila :
– Datang terlambat, baik pagi maupun setelah istirahat
– Tidak mengikuti Kegiatan RG-UG
2.Rambut digunting di tempat apabila mengenai / melewati alis mata, telinga, serta kerah baju
3.Dipotong kukunya apabila kukunya panjang
4.Dipulangkan apabila :
– Tidak memakai seragam sesuai ketentuan
– Tidak melaksanakan tugas yang dibebankan
5.Dipanggil ka kantor (Bimbingan Konseling) apabila melakukan :
– Mengancam santri lain
– berkelahi
6.Diberi peringatan apabila melakukan :
– Makan/minum sambil berdiri
– Mengganggu temannya

Barang disita :
Bila termasuk barang-barang yang tidak diizinkan dibawa ke Pesantren
– Tidak ada izin tertulis dari PKM kesantrian
– Mengganggu ketertiban dan merusak suasana belajar
– Tidak diketahui siapa pemiliknya

BAB VI
RAZIA

1.Kepala Madrasah & PKM Kesantrian secara rutin tiap bulan akan melakukan RAZIA
2.RAZIA meliputi : Rambut, Kuku, Pakaian Seragam & kelengkapannya, Sepatu & Kaus Kaki, Isi Tas, & Lain-lain sesuai kebutuhan
3.BARANG-BARANG YANG DIRAZIA DIANGGAP HIBAH SANTRI & TIDAK AKAN DIKEMBALIKAN.

BAB VII
LAIN-LAIN

1.Segala ketentuan yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur kemudian
2.Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan

Tinggalkan Balasan