iman… ilmu… amal…

Media Informasi MTs. Manba'ul Huda – Bandung

  • Feb 22

    Dalam pandangan Islam, pada hakikatnya anak adalah manusia utuh yang belum memiliki tanggung jawab syar’i dan bukan setengah manusia dewasa. Dia mempunyai hak-hak tertentu dan kelak jika dewasa mempunyai kewajiban syar’i tertentu sebagai mukallaf.

    Anak pun merupakan amanat atau titipan Allah kepada manusia untuk dipelihara dan dididik menjadi insan kamil yang:

    1. Memiliki akhlaq yang mulia
    2. Menjadi pemimpin di muka bumi, minimal untuk dirinya sendiri
    3. Menjadi hamba Penyembah Allah
    4. Menjadi pemakmur dunia (Bumi)

    Hak Anak Dalam Islam

    Hak adalah sesuatu yang harus diterima dari orang lain terkait dengan kewajiban orang tersebut. Hak tersebut dapat digugurkan oleh orang yang bersangkutan. hak anak adalah hak-hak yang mesti diterima anak dari orang tuanya atau yang bertanggung jawab terhadapnya.

    Anak mempunyai hak yang bersifat asasi sebagaimana orang dewasa antara lain, yaitu:

    1. Memperoleh hak waris, sebagaimana tercantum dalam surat An-Nisa ayat 11
    2. Memperoleh hak hidup sebagaimana yang diisyaratkan dari pertanyaan dalam Surat At-Takwir ayat 8-9
    3. Memperoleh penghidupan layak yang maksimal sesuai kemampuan orang tuanya. Artinya hendaknya orang tua menjaga keselematan anak semaksimal mungkin sejak dari kandungan hingga cukup dewasa baik yang bersifat fisik maupun bersifat psikis dan mental yaitu asupan gizi yang baik terutama yang halalan thayyiban.
    4. Mendapat perlakuan yang adil
    5. Mendapat doa baik dari orang tua
    6. Memelihara hartanya jika belum dewasa
    7. Mendapat pendidikan. Pendidikan dan pengajaran ini bisa dilakukan sendiri atau dimasukkan kelembaga-lembaga pendidikan. Rasulullah mengajarkan beberapa hal, antara lain:
    • Menerapkan pendidikan agama dan etika
    • Tidak mengajarkan kebohongan
    • Mengajarkan kesopanan yang baik
    • Mengajarkan menulis, olahraga dan keterampilan/keahlian menggunakan senjata
    • Menikahkan

    Inilah hak yang harus diterima oleh seorang anak dari orang tuanya. Namun apabila kita merasa hak tersebut belum terpenuhi, maka bersabarlah karena waktu itu pasti akan datang.

  • Feb 22

    “Pengalaman saya ketika kemarin tanggal 21 februari”2008, saya menjadi salah satu peserta lomba LKS sejawa barat disekolah saya, saya lihat banyak sekali peserta dari sekolah-sekolah lain baik dari istiqomah, mutiara bunda, Zakaria dll, lalu saya lihat salah seorang santri wanita memakai kerudung tertutup semua aurat tertutup namun yang membuat saya kaget saya lihat tasnya berlambang bintang berwajah kambing(lambang setan).

    Telah kita ketahui bersama, sekarang tuch yang namanya keristenisasi sama yang namanya jewish (yahudi) amat gencar-gencarnya dilakukan oleh mereka kita sebagai umat muslim sangat dan wajib mewaspadai akan hal itu, selain melakukan pendekatan secara fisik mereka juga melakukan pendekatan dengan cara pemikiran. Banyak sekali agama di dunia ini, bahkan ada agama yang membolehkan semua kejahatan bahkan salah satu kewajibannya ialah melakukan maksiat, banyak sekali pemikiran-pemikiran yang membuat kita, “oh iyayah!”, namun tidak kita sadari bahwa sesungguhnya banyak sekali faktor yang menyebabkan aqidah kita secara perlahan terkikis. Namun agama/aqidah dari sam’a (langit) itu hanya 3 yahudi, nashrani dan islam, namun telah kita ketahui bersama hanya dienul islamlah yang Allah terima. Langsung ke inti, banyak sekali logo-logo yang bertujuan untuk mengubah aqidah seseorang dengan cara yang tidak kita sadari, baju, celana, sepatu, makanan, sepatu, sandal dll. Ialah media untuk menyimpan logo atau tulisan-tulisan yang membuat kita tertarik dan ingin memilikinya. Banyak sekali kaum kafir menempelkan logo-logo mereka disalah satu produk yang dikonsumsi oleh kita, dan tidak kita sadari kita telah menjadi saham mereka.

    sekaranglah saatnya kita untuk merubah kebiasaan kita, sebab kebiasaan itu akan menjadi biasa dan membuat kita bebal seakan kita tidak merasa salah sedikitpun………..jadikanlah Rasulullah tercinta sebagai uswatun hasanah kita, jangan menjiplak kulturnya barat jadilah muslim yang tafaqquh fi dien,,,,,YOI!

  • Feb 20

    Imam Sufyan Ats-Tsauri berkata, Wahai saudaraku, sesungguhnya Islam adalah darah dagingmu, tangisilah dirimu dan sayangilah ia, jika kamu tidak menyayangi maka tidak akan disayang. Hendaknya yang menjadi temanmu adalah orang yang mengajakmu berzuhud terhadap dunia dan cinta terhadap akhirat. Perbanyaklah mengingat mati, perbanyaklah memohon ampun atas dosa-dosamu yang telah lalu dan mohonlah keselamatan kepada Allah dalam menjalani sisa-sisa umurmu.

    Dinukil dari Imam yang zuhud, ahli ibadah dan wara’ bernama Sufyan Ats-Tsauri dari wasiat-wasiat, nasihat dan kalimat yang penuh hikmah yang bertebaran dalam kitab-kitab Thabaqat, biografi para ulama dlan kitab-kitab berharga lainnya. Seluruh apa yang beliau nasihatkan begitu berharga, memancar di dalamnya ruh yang khusyu’ dan bercahaya.

    Di antara nasihat yang paling berharga dari Sufyan Ats-Tsauri adalah wasiat yang beliau tulis untuk sebagian saudara beliau, yang meminta nasihat dan wejangan dari beliau. Di antaranya tertulis:

    Janganlah engkau mengambil ilmu agama melainkan kepada orang yang sangat cinta kepada agamanya, karena perumpamaan orang yang tidak mencintai agamanya bagaikan dokter yang sakit dan tidak mampu mengobati penyakit pada dirinya. Bagaimana mungkin ia akan mengobati orang lain dan menasihatinya?

    Wahai saudaraku, sesungguhnya Islam adalah darah dagingmu, tangisilah dirimu dan sayangilah ia, jika kamu tidak menyayangi maka tidak akan disayang. Hendaknya yang menjadi temanmu adalah orang yang mengajakmu berzuhud terhadap dunia dan cinta terhadap akhirat. Perbanyaklah mengingat mati, perbanyaklah memohon ampun atas dosa-dosamu yang telah lalu dan mohonlah keselamatan kepada Allah dalam menjalani sisa-sisa umurmu.

    Imam Ats-Tsaury telah menjelaskan bahwasanya mempelajari Islam pada selain ahli wara’ dan taqwa merupakan pengkhianatan terhadap diri sendiri, mampukah seorang dokter yang tak mampu mengobati dirinya sendiri dia akan dapat mengobati orang lain?

    Betapa tepatnya perumpamaan Imam ini tentang agama sebagaimana darah dan daging, karena agama yang benar adalah ruh manusia dan intinya, maka apabila agama ini lenyap seakan-akan bukan dikatakan sebagai manusia lagi. Sebagaimana jika manusia telah hilang darah dan dagingnya, dapatkah ia disebut sebagai manusia?

    Sesungguhnya orang-orang yang menyeru kaum muslimin hari ini untuk mengikuti ajaran sekulerisme, mereka telah mendudukkan sampah ke derajat agama, menipu kaum muslimin bahwa mereka mampu hidup tanpa Islam dan mengambil sesuatu yang bertentangan dengan Islam.

    Akan tetapi nasihat Sufyan Ats-Tsaury sebagai sanggahan terhadap pemikiran atheis yang meremehkan pengaruh Islam dalam kehidupan manusia. Apakah yang dilakukan oleh seoarang muslim bila telah meyakini bahwa agamanya adalah dasar yang menjadikan dia ada dan inti dari hidupnya? (tentulah ia akan berkata):

    Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama meyerahkan diri (kepada Allah) (Al-An’am: 162-163)

    Sesungguhnya kemuliaan umat Islam akan terwujud manakala ada orang-orang yang yakin bahwa Islam adalah darah dan dagingnya bahkan manakah yang lebih berharga antara darah dan daging dengan ruh dan jiwa?

    Sekali-kali umat Islam ini tidak akan kembali berjaya, tegak, berkuasa dengan lurus bagi manusia melainkan jika mereka kembali mengambil pelajaran sebagaimana yang dikatakan oleh Imam ini, menguatkan ikatannya terhadap Islam dan meletakkannya pada tempat yang semestinya dalam rangka membina pribadi dan mengatur masyarakat.

    Sungguh sangat mengherankan orang-orang yang terkena fitnah dan provokasi dari orang yang merendahkan martabat Islam, melecehkan orang-orang yang berpegang teguh dengannya. Mereka tak lebih dari para pembeo orang-orang atheis yang tidak pernah merasakan lezatnya iman dan ketenangan dengan hidayah Islam. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang sesat yang ingin menyebarkan kesesatan tersebut kepada setiap hati.

  • Feb 14

    Pada dasarnya makhluk Allah yang namanya manusia, termasuk makhluk yang ngga suka dikritik, termasuk kamu-kamu juga lho. Hayo ngakukan? Padahal apa yang kamu sukai bisa jadi lebih baik untuk kamu dariada yang kamu benci lho.

    Kritik terkadang rasanya manis tapi tak jarang juga pahit, tergantung kita bagaimana mencerna sebuah kritik.

    Banyak motivasi yang membuat orang lain atau diri kita sendiri dalam memberikan kritik. Satu contoh, kamu punya teman cewe yang kece banget tapi sikapnya gaul abiez, sampai-sampai keluar batas syariah. Karena kamu enggak mau temen cewe kamu kena murka Allah, maka keluarlah kritikan dari kamu. Dalam kasus ini motivasi yang ada pada kamu adalah rasa sayang pada saudaramu yang seiman.

    Tapi ada juga lho yang mengritik asal ngeritik, pokoknya doi nggak suka sama perbutan kamu atau sebaliknya kamu ngritik setiap perbuatan orang karena sama nggak suka sama orangnya, pernah gak?

    Any way, sebetulnya semua kritikan itu sifatnya baik, tergantung bagaimana cara kita menyikapinya. seorang sahabat Rasulullah, Ali bin Abi Thalib mengatakan satu Tips menghadapi kritik.

    Begini katanya,”Perhatikan apa yang diucapkan orang lain kepada kita, dan jangan melihat orang yang mengucapkannya.

    Menyerang

    pepatah perang mengatakan, peratahanan yang baik dalam sebuah peperangan adalah menyerang.

    hati-hati berhadapan dengan orang yang seperti ini, tipe yang seperti ini biasanya kalau tahu dirinya melakukan kesalahan dan akan dikritik orang lain, dia selalu lebih galak dari lawan bicaranya. cara ini juga boleh kamu adopsi, tetapi jangan sampai kelewatan, karena kalau keterlaluan kamu bisa jadi orang yang otoriter dan nggak mempan kritikan. Ok!

    Bertahan

    Kamu-kamu yang punya bakat bertahan jika menerima kritikan, kayaknya  punya bakat juga menjadi anak yang manis, santun dan low profile.

    tapi sayangnya kalau cara ini  keterusan, bisa-bisa kamu orang yang kalau menerima kritikan masuk kuping kiri  keluar kuping kanan .

    yang penting lawan bicara puas dan cepat mengalihkan topik pembicaraan. jangan diterusin dech sifat yang kayak gini, bertahan sich boleh saja asal ada juga perhatiannya. karena kalau nggak, kamu bisa orang super cuek dan merugikan diri kamu sendiri.

    Kombinasi

    Cara yang ketiga dalam menerima kritikan adalah gabungan cara satu dan dua. kalau kamu bisa melakukan cara ini dengan mulus dan lancar, terbukti kamu adalah tipe orang yang tahu diri dan keadaan. kamu tahu kapan harus menyerang dan bertahan. jarang tuch orang yang bisa seperti ini. ini adalah sikap bijak yang harus dijaga dan dikembangkan. orang-orang yang punya kombinasi ini adalah orang-orang yang nggak takut dikritik, tak segan berterimakasih pada pengeritik dan nggak malu juga meminta maaf jika dirinya salah.

    tak hanya itu orang yang menguasai cara kombinasi ini adalah orang yang nggakpernah takut meluruskan persepsi salah yang ditujukan padanya dengan rasional dan hati ikhlas terbuka. Soal bahasa otot nggak zamannya lagi.

    untukmembuat kritikan kamu nggak mubazir dan terhindar dari senjata makan tuan, nggak ada salahnya jika hal-hal dibawah ini diperhatikan.

    Tepat Waktu

    jangan mengkritik saat objek letih, marah, sedih, atau kecewa.

    Tepat Ruang

    HIndari ngritik didepan umum, selain bikin gerah yang bersangkutan, apa yang kita sampaikan juga nggak ada gunanya.

    Tepat guna

    Sampaikanlah kritik dengan rasa cinta dengan sopan dan santun janganlah memberi kritik dikarenakan dengki dan iri.

    Sumber
    Sabili NO. 19 TH VII, 8 Maret 2000/2 Dzulhijah 1420.

  • Feb 9

    Syariat Islam yang sempurna mengajarkan kaum muslimin untuk selalu meningkatkan kecintaan terhadap saudara semuslim, merekatkan persaudaraan dan kasih sayang. Dan untuk mewujudkan hubungan persaudaraan dan kasih sayang ini, maka syariat Islam memerintahkan untuk menyebarkan salam.

    Syiar Islam yang satu ini adalah termasuk syiar Islam yang sangat besar dan penting. Namun begitu, sekarang ini salam sering sekali ditinggalkan dan diganti dengan salam salam yang lain, entah itu dengan good morning, selamat pagi, selamat siang, salam sejahtera atau sejenisnya. Tentunya seorang muslim tidak akan rela apabila syariat yang penuh berkah lagi manfaat ini kemudian diganti dengan ucapan-ucapan lain. Allah berfirman, “Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?” (Al Baqarah: 61). Dan sungguh apa yang ditetapkan Allah untuk manusia, itulah yang terbaik.

    Perintah dari Allah

    Allah berfirman, “Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.” (Qs. An Nur: 61)

    Syaikh Nashir As Sa’di berkata, “Firman-Nya: Salam dari sisi Allah, maksudnya Allah telah mensyari’atkan salam bagi kalian dan menjadikannya sebagai penghormatan dan keberkahan yang terus berkembang dan bertambah. Adapun firman-Nya: yang diberi berkat lagi baik, maka hal tersebut karena salam termasuk kalimat yang baik dan dicintai Allah. Dengan salam maka jiwa akan menjadi baik serta dapat mendatangkan rasa cinta.” (Lihat Taisir Karimir Rohman)

    Perintah dari Nabi

    Baro’ bin Azib berkata, “Rasulullah melarang dan memerintahkan kami dalam tujuh perkara: Kami diperintah untuk mengiringi jenazah, menjenguk orang sakit, memenuhi undangan menolong orang yang dizholimi, memperbagus pembagian, menjawab salam dan mendoakan orang yang bersin…” (HR. Bukhari dan Muslim). Ibnu Hajar Al Asqolani berkata, “Perintah menjawab salam maksudnya yaitu menyebarkan salam di antara manusia agar mereka menghidupkan syariatnya.” (Lihat Fathul Bari 11/23)

    Dari Abu Huroiroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian kerjakan niscaya kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim). Dari Abdulloh bin Salam, Rasulullah bersabda, “Wahai sekalian manusia, tebarkanlah salam di antara kalian, berilah makan sambunglah tali silaturahmi dan shalatlah ketika manusia tidur malam, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (Shohih. Riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

    Etika Salam

    Imron bin Husain berkata, “Ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi seraya mengucapkan Assalamu ‘alaikum. Maka nabi menjawabnya dan orang itu kemudian duduk. Nabi berkata, “Dia mendapat sepuluh pahala.” Kemudian datang orang yang lain mengucapkan Assalamu ‘alaikum warahmatullah. Maka Nabi menjawabnya dan berkata, “Dua puluh pahala baginya.” Kemudian ada yang datang lagi seraya mengucapkan Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh. Nabi pun menjawabnya dan berkata, “Dia mendapat tiga puluh pahala.” (Shohih. Riwayat Abu dawud, Tirmidzi dan Ahmad)

    Dari hadits tersebut dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu:

    1. Memulai salam hukumnya sunnah bagi setiap individu, berdasar pendapat terkuat.
    2. Menjawab salam hukumnya wajib, berdasarkan kesepakatan para ulama.
    3. Salam yang paling utama yaitu dengan mengucapkan Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh, kemudian Assalamu’alaikum warahmatullah dan yang terakhir Assalamu’alaikum.
    4. Menjawab salam hendaknya dengan jawaban yang lebih baik, atau minimal serupa dengan yang mengucapkan. Allah berfirman “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (Qs. An Nisa: 86)

    Dalam hadits lain Rasulullah bersabda, “Hendaknya orang yang berkendaraan memberi salam kepada yang berjalan. Yang berjalan kepada yang dduk yang sedikit kepada yang banyak.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam lafazh Bukhari, “Hendaklah yang muda kepada yag lebih tua.” Demikianlah pengajaran Rosul tentang salam. Namun orang yang meninggalkan tatacara salam seperti pada hadits ini tidaklah mendapat dosa, hanya saja dia telah meninggalkan sesuatu yang utama.

    Salam Kepada Orang yang Dikenal dan Tidak Dikenal

    Termasuk mulianya syariat ini ialah diperintahkannya kaum muslimin untuk member salam baik pada orang yang dikenal maupun orang yang belum dikenal. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya termasuk tanda-tanda hari kiamat apabila salam hanya ditujukan kepada orang yang telah dikenal.” (Shohih. Riwayat Ahmad dan Thobroni)

 

February 2009
M T W T F S S
« Dec   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728